Layaknya kapten yang memimpin kru pesawat antariksa, Bethesda mengajak pemain menyelami galaksi tak berujung dalam Starfield Odyssey. Setelah delapan tahun pengembangan, game yang digadang-gadang sebagai “Skyrim di luar angkasa” ini akhirnya mendarat. Tapi apakah perjalanan ini sepadan dengan hype-nya, atau justru tersesat di nebula harapan fans?
Grafis: Lukisan Kosmos yang (Hampir) Sempurna
Dari permukaan planet bergurun yang memantulkan cahaya bintang ganda, hingga debu asteroid yang berkilau seperti hujan berlian, Starfield Odyssey menghadirkan visual memukau. Teknologi Procedural Generation mereka berhasil menciptakan 1.000+ planet dengan ekosistem unik – meski beberapa terasa seperti template yang diacak ulang. “Kami ingin setiap kawah bulan bercerita,” ujar Todd Howard dalam wawancara eksklusif dengan JagatPlay. Sayangnya, ekspresi wajah karakter utama masih kaku, seperti astronaut yang kebingungan di balik helm.

Gameplay: Antara Kebebasan dan Tugas Administratif
Mekanik inti game ini ibarat sandwich dengan roti emas tapi isian sayur layu. Sistem crafting dan modifikasi pesawat benar-benar revolusioner – bayangkan Forza Horizon bertemu NASA Simulator. Tapi sistem manajemen kru yang rumit (harus mengatur jadwal tidur hingga persediaan oksigen!) sering terasa seperti pekerjaan paruh waktu. “Ini bukan game untuk yang ingin instan,” komentar salah satu player di Reddit, “Tapi kalau sabar, rasanya seperti benar-benar jadi pionir antariksa.”
Narasi: Cerita Besar yang Terserak di Bintang
Plot utama tentang pencarian artefak alien misterius terasa klise, tapi justru misi sampinganlah yang menjadi bintang sejati. Ada quest menyelesaikan konflik politik koloni robot vegan, atau membantu astronom tua memetakan konstelasi yang ternyata kode rahasia. Sayangnya, dialog sering terjebak dalam logika “pahlawan kosmik” yang terlalu serius – kita rindu humor sarkastik seperti dalam The Outer Worlds.
Performance: Masih Ada Bug di Luar Atmosfer
Di PC high-end, game ini lancar seperti pesawat warp drive. Tapi di konsol, frame rate drop saat pertempuran kapal besar masih sering terjadi. Komunitas modder sudah mulai bergerak – dalam 48 jam rilis, ada 200+ mod tersedia, dari yang memperbaiki UI hingga menambahkan kencan dengan alien (ya, benar-benar ada!).
Verdict: Misi yang Layak, tapi Butuh Upgrade
Starfield Odyssey ibarat planet eksotis dengan oksigen terbatas: memukau tapi tak selalu nyaman ditinggali. Skor: 8/10. Rekomendasi untuk: Fans berat RPG kompleks, pecinta eksplorasi tanpa batas, dan mereka yang rela menghabiskan 30 menit hanya untuk merakit senjata laser. Hindari jika: Ingin cerita linear atau tak suka manajemen inventori ala spreadsheet.
Sementara komunitas masih berdebat apakah game ini “masterpiece atau missed opportunity”, satu hal pasti: Bethesda berani mengambil risiko. Seperti kata pepatah antariksa fiksi: “Bintang mungkin tak selalu bersinar, tapi yang penting kita mulai terbang.”