Warner Bros Tutup 3 Studio dan Batalkan Pengembangan Game Wonder Woman: Apa Artinya untuk Industri Game?

Industri game AAA saat ini sedang menghadapi tantangan yang cukup besar, dan baru-baru ini, Warner Bros Games mengambil langkah drastis dengan menutup tiga studio game miliknya. Keputusan ini tidak hanya mengejutkan para penggemar, tetapi juga menandai perubahan besar dalam arah perusahaan.

Tiga studio yang ditutup adalah Monolith Productions, Player First Games, dan WB San Diego. Monolith Productions, yang dikenal dengan kesuksesannya dalam mengembangkan game seperti Shadow of Mordor dan Shadow of War, kini harus menutup pintunya. Penutupan ini juga berarti bahwa pengembangan game Wonder Woman yang telah dinantikan harus dibatalkan. Ini adalah berita yang mengecewakan bagi banyak penggemar yang berharap bisa melihat karakter ikonik ini dalam bentuk game.

Player First Games, yang sebelumnya mengembangkan MultiVersus, juga mengalami nasib serupa. Meskipun sempat berusaha memperbaiki gameplay dengan patch terakhir, upaya tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan game tersebut dari penutupan. Sementara itu, WB San Diego, yang merupakan studio baru, berfokus pada pengembangan game mobile free-to-play, kini juga harus menghentikan semua proyeknya.

Keputusan Warner Bros untuk menutup studio-studio ini tampaknya merupakan bagian dari restrukturisasi yang lebih besar. Perusahaan ingin memusatkan pengembangannya pada beberapa IP kunci, seperti Harry PotterMortal KombatDC, dan Game of Thrones. Kerugian yang dialami dari sektor live service games mungkin juga menjadi faktor yang mendorong pemotongan ini.

Bagi para gamer, terutama yang menantikan game Wonder Woman, ini adalah momen yang menyedihkan. Apakah Anda termasuk salah satu dari mereka? Atau mungkin Anda tidak tahu bahwa game tersebut sedang dalam pengembangan? Mari kita diskusikan di kolom komentar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

404 Not Found
404
Sorry, the page you visited does not exist.
It may be that the access link is wrong or the file does not exist.