NetEase Akui Pecat Tim Developer Marvel Rivals di Seattle: Apa Dampaknya bagi Masa Depan Game?
Seattle, 15 Maret 2024 – NetEase Games baru-baru ini mengonfirmasi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tim developer Marvel Rivals di kantor Seattle. Langkah ini disebut sebagai bagian dari “penyesuaian struktur tim global” untuk “mengoptimalkan alur produksi”. Namun, sumber internal mengungkapkan kisah berbeda: PHK dadakan, tekanan deadline, dan janji bonus yang dianggap “hanya ilusi”.
PHK 30 Karyawan+ Tanpa Peringatan?
Menurut laporan Game Developer Union, setidaknya 30 staf di divisi art, QA, dan engineering diberhentikan pada 12 Maret lalu. Seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya menyatakan proses PHK berlangsung “secepat superhero yang kalah tanpa pertarungan”: “Kami hanya mendapat email 1 jam sebelum meeting Zoom. Tidak ada dialog, hanya presentasi PowerPoint tentang efisiensi anggaran,” ujarnya.
NetEase dalam pernyataan resmi menyangkal tuduhan ini: “Kami tetap berkomitmen pada standar ketenagakerjaan tertinggi. Keputusan ini murni strategis, dan kami sediakan kompensasi sesuai regulasi negara bagian.”
Komunitas Khawatir, Roadmap Game Jadi Tanda Tanya
Kabar PHK ini memicu gelombang skeptisisme di komunitas. Marvel Rivals yang diumumkan Januari lalu sebagai “game pertarungan superhero free-to-play” sempat digadang-gadang jadi pesaing Overwatch 2. Namun, sejak trailer rilis, update resmi tentang perkembangan game terkesan minim.
“Bagaimana bisa studio merestrukturisasi tim saat game belum masuk open beta? Ini seperti membangun pesawat sambil terbang,” komentar Reddit user u/MarvelLeaksDaily. Kekhawatiran serupa diungkapkan konten kreator Twitch, Jessika “HeroicHype”: “PHK tim art bisa mengubah arah visual game. Apakah NetEase akan mempertahankan gaya komik Marvel yang ikonik?”
Tren PHK Industri Game: Efisiensi atau Risiko Jangka Panjang?
Insiden ini menambah daftar panjang PHK di industri game sepanjang 2024. Data dari International Game Developers Association (IGDA) mencatat 6.500+ pekerja game global kehilangan pekerjaan tahun ini — naik 40% dari 2023.
Dr. Liam Chen, analis industri dari Niko Partners, melihat pola berulang: “Setelah euforia ekspansi pasca-pandemi, banyak publisher melakukan cost-cutting dengan memangkas tim yang dianggap ‘non-core’. Masalahnya, dalam game development, tidak ada yang ‘non-core’. Setiap bagian terkait erat dengan kualitas akhir.”
Apa Selanjutnya untuk Marvel Rivals?
NetEase menjanjikan update tentang Marvel Rivals dalam “beberapa minggu ke depan”. Namun, dengan berkurangnya tim inti dan maraknya komentar pesimis di forum, pertanyaan besar menggantung: Akankah game ini menjadi blockbuster yang dijanjikan, atau sekadar cash grab berlabel Marvel yang gagal mengudara?

Satu hal yang pasti: insiden ini membuka kotak Pandora tentang praktik manajemen studio game skala global. Seperti kata pepatah di kalangan developer: “Di balik setiap trailer epic, ada tim yang kelelahan dan server yang menangis.”